Blogger Widgets

Minggu, 03 Februari 2013

Biarkan Hati Berkata Part 3


BIARKAN HATI BERKATA *part III*

Dadaku sesak, tanganku gemetar, jantungku terasa tercabik-cabik dan relung hatiku terasa dihantam ribuan batu.Yaahh.. aku merasakan apa yang kau rasakan sahabat. Beban hidup yang kau alami menjadikan dirimu kuat dan tegar seperti ini. Aku beruntung memilikimu, kau ajarkan aku tentang kehidupan yang selalu semulus yang ku kira, kau hadir disamping bukan untuk membagi kebhagiaan, namun kisah yang tak bisa kubayangkanpun kau tuaikan untukku. Sekarang aku mengerti mengapa kau tiba-tiba murung, mengapa kau malas pulang ke rumah. Janganlah kau bersedih atau menangis! Percayalah bahwa kau adalah orang-orang pilihan yang diuji sedemikian rupa karena kau memang pantas diuji seperti ini agar menjadikan dirimu manusia yang tak sembarang manusia. Lukislah senyuman diwajahmu, tunjukkan pada mereka bahwa kau bisa tanpa mereka, bahwa kau mampu membahagiakan mereka, berdoalah kepada Sang pemilik cinta agar hatimu selalu diwarnai cinta kepada mereka. Aku yakin bidadari yang telah melahirkanmu itu juga pasti kan tersenyum di surga.Lalu menyambutmu dengan kedua tangannya, memelukmu dan meneteskan air mata rindu untukmu.Biarkan hatimu berkata dan terdengar olehnya walau tanpa suara.

***
Hujan turun lagi, sepertinya hujan kerap menyapa kita berdua.
"jangan pulang dulu, kita tunggu saja hujan sampai reda!" begitu katanya.Kau adalah dia sahabat yang mencintaiku dan baru saja menyatakan cintamu untukku. Aku paham itu, kita berjanji akan menjadi sahabat yang saling mengerti, tidak baik jika menyegerakan perasaan dengan ikatan yang tak jelas seperti pacaran. Kita hanya ingin seperti ini, saling terbuka, menangis dan tertawa seperti sahabat. Lalu jika memang berjodoh, kita paham bahwa Tuhan akan menyatukan kita. Kita tak pernah mengatakan cinta kecuali hanya satu kali itu, cinta tak perlu dikatakan namun cukup dilakukan dengan cara menjaga cinta itu dengan baik dan benar. Serta tidak perlu ditampakkan.
Kue yang baru saja ku beli untuk ibu masih di pangkuanku.
Dia bercerita banyak hal, menghabiskan waktu dengan tertawa, megatakan hal-hal yang ia suka. Aku dengan sifat kekanakan"anku memakan es krim dengan belepotan. Lalu dia menatapku, dan menertawaiku. Hah.. dia selalu saja seperti itu. Aku tak habis pikir kenapa apa yang dia suka selalu saja bukan hal yang aku suka. Kita berbeda bahkan dari segi apapun kita berbeda namun kita bisa bersatu dengan segala perbedaan yang ada. Ini akan membuktikan bahwa benar hidup dan dunia itu memang berwarna.
"hujan sudah reda, sepertinya kita harus kembali!"
aku bangkit dari dudukku.

"terimakasih banyak telah menemaniku hari ini!"
Aku berbisik dalam hati

0 komentar:

Poskan Komentar